
Gorontalo, Kamis 12 Maret 2026 – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo menghadirkan ruang edukasi bagi masyarakat melalui kegiatan Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) di Kerabat (Kelas Orang Tua Hebat) Seri 6 dengan tema “Kesehatan Jiwa Pengasuh sebagai Fondasi Pengasuhan Berkualitas”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (12/3/2026) ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya kesehatan mental dalam proses pengasuhan anak.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Ir. Diano Tino Tandaju, ST., M.Erg, dalam sambutannya menegaskan bahwa kualitas pengasuhan anak tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional dan psikologis para orang tua. Menurutnya, orang tua yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih mampu memberikan perhatian, kasih sayang, serta respon yang tepat terhadap kebutuhan anaknya.
“Pengasuhan yang berkualitas lahir dari pola asuh orang tua yang sehat secara mental dan emosional. Ketika pengasuh mampu mengelola stres, menjaga keseimbangan emosi, dan menghadirkan lingkungan yang penuh kasih, maka anak akan tumbuh dalam suasana yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka,” ujarnya.
Kelas edukatif ini dimoderatori oleh Anindya Prananda Ishak, S.Kep, yang merupakan Juara 2 Duta GenRe Indonesia 2024, dan menghadirkan narasumber Temmy Andreas Habibie, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seorang psikolog klinis yang saat ini berpraktik di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Dalam sesi diskusi, peserta diajak memahami bagaimana kondisi psikologis proses pengasuhan dapat memengaruhi kualitas pola asuh serta tumbuh kembang anak.
Dalam pemaparannya, Temmy Andreas Habibie menjelaskan bahwa kesehatan mental orang tua atau pengasuh memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang positif.
“Parental burnout dapat terjadi ketika orang tua mengalami tekanan fisik dan mental yang berkepanjangan dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya dalam proses pola pengasuhan kepada anaknya.” jelasnya.
Kondisi ini, lanjutnya, dapat menurunkan kemampuan orang tua dalam merespons kebutuhan anak secara optimal.
Ia menambahkan bahwa ketika pengasuh mengalami kelelahan ekstrem, respons emosional terhadap anak dapat berubah.
“Ketika burnout terjadi, risiko perilaku negatif seperti membentak, memberikan hukuman fisik, atau sikap emosional lainnya dapat meningkat. Karena itu, menjaga kesehatan mental orang tua menjadi hal yang sangat penting dalam menciptakan pengasuhan yang sehat dan penuh kasih,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Tamasya di Kerabat Seri 6 ini, BKKBN berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengasuhan anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga membutuhkan kesiapan emosional dan psikologis dari orang tua. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang kuat dan berkualitas.
Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama bagi orang tua, calon orang tua, maupun masyarakat umum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan mental dalam kehidupan keluarga, sehingga anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh dukungan.
Penulis : Ade Rian