
Gorontalo — Penguatan tata kelola data dan optimalisasi pelaporan menjadi salah satu fokus utama dalam peningkatan capaian kinerja Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Provinsi Gorontalo. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan YILADIA Bangga Kencana Episode 23 yang kembali digelar secara daring pada Jumat (08/05/2026) melalui Zoom Meeting.
Dalam kegiatan yang difasilitasi Tim Kerja Permas dan Linlap Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Gorontalo bersama DPD IPEKB Provinsi Gorontalo tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait strategi peningkatan capaian kinerja Kampung Keluarga Berkualitas melalui optimalisasi pengelolaan data, pelaporan program, serta penguatan peran Penyuluh KB/PLKB.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Penyuluh KB dan PLKB se-Provinsi Gorontalo ini mengangkat tema “Strategi Penguatan Peran Penyuluh KB dalam Meningkatkan Capaian Kinerja Kampung Keluarga Berkualitas” dengan menghadirkan Fatmah M. Karim, SE selaku Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kependudukan sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Arrizka R. Saleh, S.Kep., Penyuluh KB Ahli Pertama.
Dalam pemaparannya, Fatmah menyampaikan bahwa Kampung KB merupakan miniatur pembangunan kependudukan dan keluarga di tingkat wilayah yang pengelolaannya saat ini berbasis indikator melalui website Kampung KB. Karena itu, peran Penyuluh KB/PLKB menjadi semakin strategis, tidak hanya sebagai penyuluh lapangan, tetapi juga sebagai pendamping pengelolaan data, fasilitator lintas sektor, serta pengawal pelaporan program Bangga Kencana.
Berdasarkan data SIPERMATAKU Triwulan I Tahun 2026, capaian klasifikasi Kampung KB di Provinsi Gorontalo menunjukkan sebanyak 79,83 persen Kampung KB telah berada pada klasifikasi Mandiri dan Berkelanjutan. Meski demikian, masih terdapat Kampung KB dengan klasifikasi Dasar yang dipengaruhi oleh beberapa kendala, di antaranya penginputan data yang belum optimal, keterbatasan pemahaman operator, belum maksimalnya integrasi lintas sektor, serta pelaporan program yang belum lengkap dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, peserta juga mendapatkan penguatan terkait strategi peningkatan klasifikasi Kampung KB melalui pembaruan profil Kampung KB secara berkala, sinkronisasi data dengan SIGA dan data desa, optimalisasi mekanisme operasional, penguatan pelaporan program prioritas, hingga peningkatan keterlibatan lintas sektor dalam intervensi kegiatan di Kampung KB.
Selain itu, pentingnya budaya kerja berbasis data dan pelaporan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang telah dilaksanakan di lapangan diharapkan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga terdokumentasi dengan baik melalui sistem pelaporan yang tersedia.
Selain pemaparan materi, kegiatan tersebut juga diisi dengan penguatan kepada para Penyuluh KB/PLKB oleh Miftakhul Huda, SE selaku Ketua DPD IPEKB Provinsi Gorontalo. Dalam arahannya, Miftakhul mendorong para penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas, menjaga komitmen pelaporan program, serta memperkuat peran strategis PKB/PLKB dalam mendukung peningkatan kualitas pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas di wilayah masing-masing.
Melalui YILADIA Bangga Kencana Episode 23 ini, diharapkan seluruh Penyuluh KB/PLKB semakin memahami indikator penilaian Kampung KB serta mampu mendorong peningkatan kualitas pengelolaan Kampung KB secara berkelanjutan di wilayah masing-masing.
Penulis : Popon Modanggu